Sabtu, 19 April 2014

Kata Mutiara

"Juara tidak menjadi juara di dalam arena di mana dia dikenal. Sungguh. Jika kau ingin melihat di mana seseorang dibangun menjadi juara, lihatlah kesehariannya."

152 Atlet Lolos Seleksi Tahap Dua Pelatnas Asian Games



Jakarta - Sebanyak 152 atlet pelatnas Asian Games 2014 dinyatakan lolos seleksi tahap kedua dari tim seleksi Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Sementara dua atlet statusnya diturunkan dari atlet utama menjadi atlet pelatnas muda SEA Games 2015.

Hal itu disampaikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto usai melakoni rapat pleno antara tim seleksi Satlak prima, Dewan Satlak Prima, dan Satlak Prima, di Kantor PP ITKON, Senayan, Kamis (27/3/2014). Sebanyak 152 atlet tersebut dipastikan akan masuk dalam SK Pelatnas per 1 April 2014.

Awalnya, berdasarkan seleksi portofolio (prestasi beberapa multievent internasional seperti Asian Games 2010, SEA Games 2013, Kejuaraan level Asia 2013), ada 154 atlet yang dianggap memenuhi kriteria untuk bisa masuk tim inti pelatnas Asian Games. Namun dua atlet dinyatakan tidak lolos dari seleksi tahap kedua ini, yang meliputi tes kesehatan, tes psikologi, dan tes fisik.

"Mereka tidak lolos karena tidak memenuhi kriteria Asian Games dari tim Satlak. Sehingga statusnya kita turunkan jadi atlet SEA Games 2015," kata Djoko.

Dua yang statusnya dinyatakan tidak lolos adalah atlet dari cabang atletik (Hendro nomor jalan cepat 20 km putra) dan bowling (Ivana Hie).

Sebenarnya dari 154 atlet yang lolos seleksi awal, hanya 84 yang menjalani tes pada 12-20 Maret lalu. Sementara 70 atlet sisanya yang tidak bisa melakukan tes tetap dinyatakan lolos SK per 1 April.

"Dengan catatan ada beberapa cabang dan atlet yang belum sempat mengikuti seleksi dengan berbagai alasan. Salah satunya try out, nah, atlet dari cabang yang belum mengikuti tes ini kita beri kesempatan untuk mengikuti tes sampai 15 April nanti. Jika tidak datang tes, kita coret," terang Djoko.

Setelah itu, baru dibuatlah SK baru per 1 Mei, atau yang ia sebut SK definitif, untuk Asian Games.

Cabang-cabang yang atletnya belum mengikuti tes tahap kedua ada lima yakni dayung (rowing dan kano), voli pantai, taekwondo, gulat, dan balap sepeda.

"Itu lima cabang yang memang sama sekali atletnya belum mengikuti tes. Tapi ada juga cabang yang beberapa di antara atletnya belum mengikuti tes. Itu termasuk yang 70 atlet tersebut," katanya.

Sumber: http://sport.detik.com/read/2014/03/27/194656/2539113/82/152-atlet-lolos-seleksi-tahap-dua-pelatnas-asian-games

Kamis, 06 Februari 2014

Tingkatan Sabuk

Filosofi dan Tanggung Jawab
Setiap Tingkatan Sabuk



Tahapan Sabuk:
1. Keup X, Sabuk Putih


Usia Minimal: -
Sekolah Minimal: -
Tahap Perkembangan Taekwondo:
Lambang: Polos, kosong
Makna: Taekwondoin seperti bayi baru lahir yang tidak mengerti apa-apa. Seperti kertas kosong, kata-kata apa yang akan termuat di dalamya, tergantung pada para penulisnya.
Jabatan: Murid, anak, adik yang baru lahir. Belum memiliki tanggung jawab apa pun
Sarat Ujian: -
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan:
Tingkat Usia: Bayi dan anak-anak
Tuntutan Sosial:
- Belajar berjalan
- Belajar berbicara
- Mencapai stabilitas fisiologi
- Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial
- Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga, dan orang lain
- Belajar mengetahui mana yang benar dan yang salah serta mengembangkan kata hati

2. Keup IX, Sabuk Kuning Polos

Usia Minimal: 6 tahun
Sekolah Minimal: Kelas I SD
Tahap Perkembangan Taekwondo:
Lambang: Tanah
Makna: Sebagai tempat menanam benih-benih. Tempat tanaman memasukkan akarnya, pada tingkat ini dasar-dasar teknik dan filosofi Taekwondo mulai ditanamkan.
Jabatan: Murid, anak, adik yang lebih besar. Mulai belajar bertanggung jawab.
Sarat Ujian: Penguasaan teknik Taekwondo
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan:
Tingkat Usia: Anak sekolah
Tuntutan Sosial:
- Belajar ketangkasan fisik untuk bermain
- Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai pribadi yang sedang tumbuh
- Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya
- Belajar peranan gender
- Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis, dan berhitung
- Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari
- Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai
- Belajar membebaskan ketergantungan diri
- Mengembangkan sikap sehat terhadap kelompok dan lembga-lembaga

3. Keup VIII, Sabuk Kuning StripUsia Minimal: 7 tahun 6 bulan
Sekolah Minimal: Kelas II SD Semester 2
Tahap Perkembangan Taekwondo: Sama dengan kuning polos
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan: Sama dengan kuning polos

4. Keup VII, Sabuk Hijau Polos

Usia Minimal: 9 tahun
Sekolah Minimal: Kelas IV SD
Tahap Perkembangan Taekwondo:
Lambang: Daun, pohon
Makna: Benih yang ditanam, kini mulai tumbuh menjadi pohon yang kuat. Rindang dan berbuah. Mulai dapat memberikan manfaat pada orang-orang di sekitarnya. Mulai dapat memberikan pengayoman pada orang-orang yang bernaung di bawahnya. Pada tahap ini diharapkan kemampuan para Taekwondo-in mulai berkembang.
Jabatan, Sarat Ujian: Sama dengan Kuning Polos
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan: Sama dengan Kuning Polos

5. Keup VI, Sabuk Hijau StripUsia Minimal: 10 tahun 6 bulan
Sekolah Minimal: Kelas V SD, Semester 2
Tahap Perkembangan Taekwondo: Sama dengan hijau polos
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan: Sama dengan hijau polos

6. Keup V, Sabuk Biru Polos
Usia Minimal: 12 tahun
Sekolah Minimal: VII SMP
Tahap Perkembangan Taekwondo:
Lambang: Langit
Makna: Naungan langit jauh lebih luas daripada naungan pohon. Naungan langit tidak hanya untuk lingkungan sendiri, namun meliputi seluruh ufuk barat-timur, utara-selatan, dari cakrawala ke cakrawala. Setiap orang yang menghadap ke atas akan melihat langit. Langit yang ada di atas merupakan arah tumbuh tanaman, pada tahap ini Taekwondo-in mulai dibentuk untuk lebih mapan dan tangguh.
Jabatan: Sonbae, kakak. Memiliki tanggung jawab sebagai asisten pelatih. Wakil dari sosok Ayah.
Sarat Ujian:
- Penguasaan teknik, sikap, tanggung jawab, kedewasaan.
- Mampu menjalankan peran sebagai Sonbae.
- Mampu bersumpah dan mendapat rekomendasi.
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan:
Tingkat Usia: Remaja
Tuntutan Sosial:
- Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif
- Menerima peranan sosial gender sebagai pria/wanita
- Menginginkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab sosial
- Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
- Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki
- Perkembangan skala nilai
- Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih hakiki
- Persiapan mandiri secara ekonomi
- Pemilihan dan latihan jabatan
- Mempersiapkan perkawinan dan keluarga

7. Keup IV, Sabuk Biru StripUsia Minimal: 13 tahun
Sekolah Minimal: Kelas VIII SMP, Semester 2
Tahap Perkembangan Taekwondo: Sama dengan biru polos
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan: Sama dengan biru polos

8. Keup III, Sabuk Merah Polos
Usia Minimal: 14 tahun
Sekolah Minimal: Kelas X SMA
Tahap Perkembangan Taekwondo:
Lambang: Matahari
Makna: Lambang BAHAYA! Matahari dengan tenaganya yang maha dahsyat dapat berarti bahaya, namun jika berfungsi sebagaimana mestinya juga dapat memberikan manfaat yang juga luar biasa. Merah juga berarti api, dapat mendatangkan bahaya maupun manfaat. Matahari maupun api seharusnya dapat menjadi sumber energi dan cahaya. Namun jika tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan kerusakan.
Sabuk merah merupakan tahap untuk meningkatkan kontrol diri para Taekwondo-in, diharapkan Taekwondo-in sudah menguasai ilmunya dengan baik agar mampu menghadapi lawan.
Jabatan, Sarat Ujian: Sama dengan biru
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan:
Tingkat Usia: Dewasa awal
Tuntutan Sosial:
- Mulai bekerja
- Memilih pasangan hidup
- Belajar hidup dengan pasangan/ suami/istri
- Mulai membentuk keluarga/ belajar untuk membentuk keluarga/ dojang
- Mengasuh anak/ murid/ adik
- Mengelola/ mengemudikan rumah tangga/ dojang
- Menerima/ mengambil tanggung jawab warga Negara
- Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan

9. Keup II, Sabuk Merah Strip IUsia Minimal: 15 tahun
Sekolah Minimal: Kelas XI SMA
Tahap Perkembangan Taekwondo: Sama dengan merah polos
Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan: Sama dengan merah polos

10. Keup I, Sabuk Merah Strip IIUsia Minimal: 16 tahun
Sekolah Minimal: Kelas XII

Tahap Perkembangan Taekwondo: Sama dengan merah polos

Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan: Sama dengan merah polos

11. DAN, Sabuk Hitam


Usia Minimal: 17 tahun

Sekolah Minimal: Lulus SMA/ sederajat

Tahap Perkembangan Taekwondo:

Lambang: Kebalikan putih

Makna: Lambang kedewasaan dan keahlian dari seorang Taekwondo-in, dapat juga berarti keberanian yangmatang. Taekwondo-in yang sudah mencapai tahap ini bisa dianggap sebagai ahli Taekwondo.

Jabatan: Sabam. Memiliki tanggung jawab sebagai seorang pelatih, seorang Ayah.

Sarat Ujian:
- Penguasaan teknik, sikap, tanggung jawab, kedewasaan.
- Mampu menjalankan peran seorang Sabam.
- Mampu bersumpah dan mendapat rekomendasi.

Diharapkan Memiliki Kecakapan Sosial Setara dengan:
Tingkat Usia: Dewasa

Tuntutan Sosial:
- Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis (semakin uzur)
- Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
- Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia
- Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan
- Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa
- Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

Jumat, 10 Januari 2014

Katalog Produk/ Peralatan Taekwondo

Update harga produk Taekwondo
Berlaku 1 Januari - 30 Juni 2014
Pembelian/ pemesanan hubungi Sbm Okie, 0857 1612 0064

KATALOG PERALATAN TAEKWONDO
(Berlaku 1 Januari 2014 – 30 Juni 2014)
No
Gambar
Produk
Harga (Rp.)
1
Pendaftaran PBTI
72.000
2
Dobok pemula Empro
165.000
Dobok pemula Kwon
275.000
Dobok kerah hitam
345.000
Dobok Pumse
410.000
3
Cingbed/ target
Biasa: 71.500

Kotak: 275.000
4
Hugo/ pelindung badan
165.000
5
Gumshield/ toothguard/ pelindung gigi
39.000
6
Skipping
27.500
7
Sabuk standar
13.500
Sabuk Biru, Merah, Hitam
68.500
8
Bordir nama Korea/ Indonesia
20.500
9
Sandsack
275.000
10
Timbangan digital
205.000
11
Sarung tangan
145.000
12
Sinca/ pelindung kemaluan
putra/ putri
180.000
13
Pelindung tangan dan kaki
400.000
14
Headguard/ pelindung kepala
415.000
15
Matras satuan per meter2
205.000
Catatan: Peralatan lain belum sempat disurvey. Jika barang yang dipesan belum tercantum dalam katalog ini, maka harga tunggu hasil survey.

Sabtu, 28 Desember 2013

Ujian Kenaikan Tingkat

Pengcab TI Kota Bekasi
19 Januari 2014

Edaran, formulir, persyaratan, info-info, kurikulum, peta, dll, dapat diunduh dari sini. Silakan klik gambar untuk mengunduh. Trims.

Senin, 07 Oktober 2013

Donasi

Setiap Orang Memiliki Sesuatu
untuk Diberikan

Setiap manusia, bagaimanapun kondisinya, selalu memiliki sesuatu untuk diberikan pada orang lain. Karena membahagiakan orang lain tidak harus selalu dengan uang dan harta. Bahkan jika seseorang sama sekali tak memiliki harta, ia masih tetap dapat membahagiakan orang lain, meskipun hanya dengan senyuman.

Begitu juga pada MKTC yang telah "melahirkan & membesarkan" kita, dari kita sabuk putih yang junbi pun tidak tau hingga sabuk apapun kita sekarang, kontribusi apa yang dapat kita berikan? Ada banyak hal yang bisa kita berikan pada MKTC sesuai dengan kondisi & latar belakang kita. Di antaranya:

1. Waktu & tenaga. Yang paling diharapkan oleh MKTC tentu adalah kontribusi dalam bentuk waktu dan tenaga. Tentu ini dituntutkan pada kita yang memiliki waktu luang untuk duduk bersama, berlatih/ melatih bersama, membangun kejayaan MKTC. Atau kalaupun tidak punya banyak waktu, setidaknya dapat mengatur waktu sedemikian rupa sehingga dapat berkumpul dengan teman2 yang lain.

2. Ide & pikiran serta komunikasi. Bagi kita yang benar-benar memiliki keterbatasan waktu, atau jarak, sehingga sama sekali tidak memungkinkan untuk berkumpul, bukan berarti kita tidak dibutuhkan oleh MKTC. MKTC tetap butuh kontribusi kita berupa ide & pikiran demi kemajuan MKTC yg dapat dikomunikasikan melalui kecanggihan teknologi.

3. Pembiayaan. MKTC adalah sebuah klub nirlaba. Bagaimanapun, dalam operasionalnya (sewa GOR, pengadaan dan perawatan peralatan, pendaftaran pertandingan, dsb), MKTC membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, MKTC sangat berterima kasih pada kita yang bersedia menjadi donatur bagi MKTC. Donasi dapat diberikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kesediaan donatur, di antaranya: uang, peralatan, pembiayaan, dsb.

Bagi yang ingin memberikan donasi dapat disampaikan melalui:

a. Uang tunai, peralatan, dsb. diserahkan langsung ke Ketua Harian MKTC (Sbm. Okie)
b. Pembiayaan-pembiayaan diserahkan langsung ke pihak yang berhak atas, sepengetahuan Ketua Harian MKTC.
c. Uang dapat juga ditransfer ke:
            no rek. 00143-01-50-024549-1
            (BTN cabang Setia Mekar, Bekasi)
            a/n Okie Nias Setyo S.
            (Harap lakukan konfirmasi agar segera dipisahkan dari rekening pribadi)


MKTC juga menerima kerja sama sponsorship. Untuk kerja sama dalam bentuk sponsorship, silakan menghubungi Ketua Harian MKTC (Sbm. Okie)

Jadi, Apa yang bisa saya berikan untuk MKTC?
Waktu? Tenaga? Pikiran? Donasi?