Kamis, 31 Desember 2009

Selamat tahun baru 2010

















Anyeong hasimnika

Hanya dalam hitungan jam kita semua akan meninggalkan tahun 2009 dan memasuki tahun baru 2010. Semua orang (mungkin juga termasuk anda dan saya) sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakan pergantian tahun ini

Hari di tahun baru, seperti juga di hari-hari sebelumnya… sama juga seperti tahun-tahun yang sudah kita lewati… tidak akan menunggu kita untuk berubah. Dia akan tetap berjalan apa adanya, tidak ada yang baru atau lama. Matahari terbit sama saja dengan hari-hari sebelumnya. Sunset di hari tahun baru juga bukannya lebih indah dari sunset di hari-hari sebelumnya. Karena ini adalah proses. Dan dalam proses ini tak ada yang baru ataupun lama. Dia berjalan… apa adanya… karena dia memang begitu…

Pernahkah kita merenungkan bahwa betapa beruntungnya kita karena masih dapat mendengar, sedangkan di sisi lain ada orang yang tidak bisa mendengarkan suara orang-orang yang dicintainya? Seberapa sering kita menggunakan pendengaran kita untuk mencari tahu gosip-gosip yang tidak jelas juntrungannya? Tidakkah mendengaran tutur-tutur kejernihan akan jauh lebih bermanfaat?
Kita bukanlah manusia yang sempurna. Namun selalu ada celah untuk memperbaiki diri bagi mereka yang mau berusaha…

“HAPPY NEW YEAR 2010“. Semoga apa yang telah kita PERBUAT tahun ini menjadi sebuah langkah awal menuju perubahan yang lebih baik dari diri sendiri, keluarga, orang-orang yang kita cintai, orang-orang di sekitar kita dan semua makhluk hidup.

MARILAH KITA MENYAMBUT PERGANTIAN TAHUN INI UNTUK MELAKUKAN INTROSPEKSI DIRI, melihat kembali apakah selama setahun ini kita telah melakukan sesuatu yang berarti baik itu untuk diri sendiri maupun untuk orang banyak. Apakah kehidupan kita sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kam sa ham ni da

Prestasi akhir tahun (Vegas cup 26-12-2009)


Kamis, 03 Desember 2009

action












Rabu, 02 Desember 2009

KHASOES MAPS








Noted : untuk unit yang belum ada mapnya harap bersabar

Senin, 23 November 2009

SAMURAI SPIRIT

MENGUJI EFEKTIFITAS SELF TALK
(Link lengkap dan artikel psikologi olahraga klik di sini)
Pengirim: Okie Nias Setyo S., S.Hum

Dalam banyak literatur, hubungan antara self talk dan penampilan sudah banyak dibahas. Hasilnya, Self talk memang membantu para atlet untuk tampil maksimal seiring dengan kemampuan atletis mereka. Penelitian-penelitian itu antara lain menemukan bahwa atlet-atlet olimpiade serta para pemain tim nasional menggunakan self talk sebagai strategi pembangun motivasi (Hardy, Gammage, & Hall, 2005), self talk untuk mempercepat penguasaan keterampilan (Landin & Hebert, 1999), untuk mengontrol fokus perhatian (Gould, Eklund, & Jakcson, 1992), dan untuk meningkatkan rasa percaya diri (Landin & Hebert, 1983).

Definisi self talk sendiri adalah sebuah fenomena multidimensi yang berkaitan dengan verbalisasi yang dilakukan oleh atlet yang ditujukan pada diri mereka sendiri (Hardy, hall, & Hardy, 2005). Secara sederhana self talk adalah berbicara pada dirinya sendiri. Hampir setiap saat seseorang melakukan apa yang disebut dengan self talk ini, baik dalam bentuk yang posisif maupun negatif. Self talk yang positif adalah ucapan-ucapan yang positif kepada diri sendiri sepert “kamu mampu mengatasi lawan”, “pecahkan rekormu sendiri”, dan sebagainya. Sedang self talk negatif adalah ucapan-ucapan yang mengandung unsur ketidakpercayaan diri seperti, “Duh, kok lawan tampil hebat ya?”, “Aku pasti kalah”, dan sebagainya.

Penelitian yang dilakukan oleh Araki, dkk., ini mencoba mencari tahu seberapa efektif self talk terhadap penampilan seorang atlet. Penelitan eksperimental ini dilakukan kepada 125 pelajar. Mereka harus mengisi dua buah questionnaire, yakni Belief in Self-Talk Questionnaire serta Type of Self-Talk Questionnaire. Kuesiner pertama bertujuan melihat seberapa besar keyakinan subjek terhadap teknik Self-Talk, sedang kuesioner kedua bertujuan untuk melihat jenis-jenis Self-Talk yang digunakan dan diberikan sebelum dan sesudah subjek melakukan aktivitas keseimbangan dalam alat yang bernama Stabilometer.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek yang mempunyai skor tinggi dalam Belief of Self Talk Questionnaire mampu menjaga keseimbangan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan subjek yang tidak begitu tinggi dalam mengisi kuesioner serupa. Temuan lain adalah tipe-tipe self talk yang paling sering dipakai adalah kategori Fokus (85 %), kemudian Instruksional (65%), Motivasional (50%), menenangkan (49%), performance worry (26%), keraguan pada diri(15%), dan frustrasi (14%).

Dari penelitian tersebut bisa dilihat bahwa Self-Talk masih efektif untuk meningkatkan kualitas penampilan. Hal ini menguatkan bahwa Self-Talk menjadi salah satu metode yang harus dilatihkan kepada para atlet dalam mencapai prestasi yang tertinggi. Alasan dasarnya adalah Self-Talk mengajari seseorang untuk selalu waspada dan berpikiran positif terhadap diri sendiri. Ketika seorang atlet sudah mulai ragu dengan penampilannya, dan mulai mengatakan hal-hal yang negatif berkaitan dengan diri dan kemampuan dirinya, maka kemampuan potensial atlet tersebut dengan sendirinya akan berkurang. Efeknya, kepercayaan diri, motivasi akan menurun dan keraguan serta kecemasan akan meningkat.

Pemilihan tipe-tipe self talk juga sangat mempengaruhi penampilan. Untuk itulah, proses pengajaran self talk harus benar-benar terfokus sehingga bisa menambal kekurangan seorang atlet dalam hal kualitas mental. Seorang atlet yang mempunyai kecenderungan lemah dalam hal motivasi, maka dia harus diajarkan untuk melakukan self talk yang bersifat motivasional, begitu juga dengan atlet yang kurang dalam mengatasi kecemasan atau rasa kuatir, maka atlet tersebut harus banyak diajak untuk melatih self talk calming (menenangkan).

POOMSAE ( NEW )

TAEGEUK 8


TAEGEUK 7



TAEGEUK 6



TAEGEUK 5



TAEGEUK 4



TAEGEUK 3


TAEGEUK 2


TAEGEUK 1

Minggu, 18 Oktober 2009

Tutorial Poomsae








source from Kukkiwon Website