Kolesterol seakan menjadi momok bagi banyak orang.Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lililn yg dapat ditemukan disetiap sel tubuh.Kolesterol yg diproduksi dihati,fungsinya untuk mencernakan lemak,membangun dinding sel,memperkuat membran sel,dan membuat hormon2 tertentu.
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat hormon dan vitamin D,serta merupakan bagian asam empedu yg memecah lemakcdalam sistem pencernaan.kebutuhan kolesterol telah dicukupi oleh hati.namun,jika mengkonsumsi makanan lemak jenuh berkadar tinggi,maka hatiakan memproduksi kolesterol lebih banyak lagi,sehingga pasokannya menjadi berlebihan.kolesterol yg berlebihan dan tidak digunakan akan berkeliaran didalam darah.
Kadar kolesterol yg berlebihan didalam darah merupakan penyebab utama penyakit jantung dan pembuluh darah.kolesterol membentuk bekuan dan plak yg menyumbat arteri dan akhirnya memutuskan aliran darah ke jantung ( menyebabkan serangan jantung ) dan ke otak ( menyebabkan stroke ).
Kadar kolesterol dibagi menjadi 2 bagian :
1.Kolesterol HDL ( High Density Lipoprotein ),yg merupakan " Kolesterol baik " karena kemampuannya untuk membersihkan pembuluh darah arteri.
2.Kolesterol LDL ( Low Density Lipoprotein ) atau " Kolesterol jahat " yg membuat endapan dan menyumbat arteri.HDL merupakan lemak yg dapat melarutkan kandungan LDL dalam tubuh.
Kolesterol normal dalam tubuh adalah 160-200 mg.maka,penumpukan kandungan LDL harus dicegah agar tetap dalam keadaan normal.main tinggi kadar kolesterol HDL,makin rendah resiko untuk terkena serangan jantung atau stroke.kadar kolesterol LDL yg baik adalah lebih rendah dari 130.dan semakin rendah semakin baik.
Sebagian besar tidak ada tanda maupun gejala pada penderita kolesterol berkadar tinggi,kecuali setelah pemeriksaan darah dilaboratorium.Yang jelas,kadar kolesterol yg tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental,sehingga oksigen menjadi kurang.adapun gejala yg timbul adalah sakit kepala dan pegal2.
Penyebab utama kolesterol adalah jenis makanan atau kualitas makanan yg anda konsumsi sehari hari yg kaya kandungan lemak jenuh,lemak hewani,dan kolesterol tinggi.antara lain gorengan,minyak kelapa/kelapa sawit,alpukat,durian,daging berlemak,jeroan,kacang tanah dan sejenisnya.selain itu kolesterol jg disebabkan karena kegemukan dan faktor keturunan.
Berikut ini beberapa cara untuk menurunkan kadar kolesterol :
1.Berolahraga secara teratur
2.Menjaga berat badan agar tetap sehat dan proporsional
3.mengurangi jumlah minuman beralkohol,karbohidrat dan lemak jenuh dalam makanan
4.Banyak mengkonsumsi buah buahan,sayur sayuran,roti gandum,sereal,dan buncis.
5.Hanya mengkonsumsi susu skim,keju,krim asam,dan yogurt yg rendah lemak.
6.Menghindari makanan yg banyak mengandung lemak dan kaya akan kolesterol.misalnya kentang goreng dan makanan cepat saji lainnya,tortila,sosis,kue2 kering lainnya
7.Hindari makanan yg digoreng
8.Menghindari lemak jenuh yg terdapat didalam dagimg atau produk hewan lainnya.lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol darah,meskipun makanan yg mengandung lemak jenuh diberi label bebas kolesterol.
9.Konsumsi Teh Hijau secara teratur,dapat menurukan kadar kolesterol
wuihh mau hidup sehat banyak sekali pantangan makanan dan minumannya ya...hehehehe...
yang terpenting Makan secukupnya dan sesuai kebutuhan dengan tubuh kita,maka lakukan pengaturan makanan dan aktivitas tubuh agar dapat menghasilkan kolesterol yg diperlukan oleh organ hati.tidak berlebihan dan tidak kekurangan.Dan gaya hidup kita jg sangat menentukan kesehatan kita.
Berinvestasi untuk kesehatan kita sendiri dan keluarga kita baiknya dimulai dari sekarang,dari saat ini.bukankah hidup sehat itu indah,banyak hal yg dapat kita perbuat untuk kita,keluarga,orang sekitar kita,dan lingkungan kita.
Semoga sedikit info ini berguna bagi kita semua.Salam sehat
Afrizal Elnaz
Minggu, 15 Agustus 2010
Hidup adalah pilihan
Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur.
Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.” Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku itu pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
Memang selalu aja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam sikap pesimis, kengerian, keraguan, dan kebimbangan- kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita sering terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.
Sumber: http://tomydiamond.wordpress.com/2010/01/20/hidup-adalah-pilihan-2/
Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.” Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku itu pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
Memang selalu aja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam sikap pesimis, kengerian, keraguan, dan kebimbangan- kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita sering terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.
Sumber: http://tomydiamond.wordpress.com/2010/01/20/hidup-adalah-pilihan-2/
Sabtu, 31 Juli 2010
KEJURNAS TAEKWON DO 2010

22 Daerah Ramaikan Kejurnas Taekwondo
Label: atlet, kejuaraan, taekwondo

Sebanyak 22 Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) menyatakan siap menurunkan atletnya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo di GOR Ken Arok, Malang, 1-7 Agustus 2010. "Ada 33 Pengprov TI di Tanah Air, namun yang kini sudah memastikan diri dan menyatakan mengirim atletnya di Kejurnas baru 22 daerah. Untuk itu, PB TI masih menunggu Pengprov yang lain hingga akhir Juli mendatang sebagai pendaftaran terakhir atletnya turun di Kejurnas," ujar Sekjen PBTI Wahyu Hagono di Jakarta, Rabu (21/7).
Wahyu menegaskan, Kejurnas taekwondo tahun ini sangat penting artinya bagi para atlet menuju event yang lebih tinggi. Karena ajang kejurnas ini dijadikan sebagai pemantauan atlet yang akan dipromosikan ke SEA Games XXVI/2011. Melalui ajang kejurnas, semua atlet bisa turun di dalamnya, baik yang kini berada di kategori junior maupun senior. Wahyu berharap, para atlet yang turun di kejurnas nanti tampil sportif dengan harapan mampu mengikuti jejak seniornya yang pernah masuk delapan besar Olimpiade, seperti halnya Juana Wangsa. Untuk melahirkan atlet sekelas Juana Wangsa membutuhkan kerja keras dan bakat dari atlet itu sendiri. (Ant/Wem Fauzi)
Dikutip dari: Taekwondo Indonesia: 22 Daerah Ramaikan Kejurnas Taekwondo http://hannythinkabout.blogspot.com/2010/07/22-daerah-ramaikan-kejurnas-taekwondo.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&u
Jumat, 28 Mei 2010
JANJI TAEKWONDO INDONESIA
Berikut ini adalah teks "Janji Taekwondo Indonesia" beserta pemenggalan ucapannya ;
1.// Menjunjung tinggi nama bangsa//dan negara Republik Indonesia//yang berlandaskan Pancasila//dan Undang-Undang Dasar 1945.
2.//Mentaati asas-asas Taekwondo Indonesia.
3.//Menghormati pengurus//pelatih//senior//dan sesama taekwondoin//dalam mengembangkan Taekwondo Indonesia.
4.//Selalu berlaku jujur//dan bertanggung jawab//dalam menjaga nama baik Taekwondo Indonesia.
5.//Menjadi pembela kebenaran dan keadilan.
JANJI TAEKWONDO INDONESIA
Kami//taekwondo Indonesia berjanji :1.// Menjunjung tinggi nama bangsa//dan negara Republik Indonesia//yang berlandaskan Pancasila//dan Undang-Undang Dasar 1945.
2.//Mentaati asas-asas Taekwondo Indonesia.
3.//Menghormati pengurus//pelatih//senior//dan sesama taekwondoin//dalam mengembangkan Taekwondo Indonesia.
4.//Selalu berlaku jujur//dan bertanggung jawab//dalam menjaga nama baik Taekwondo Indonesia.
5.//Menjadi pembela kebenaran dan keadilan.
------%------
Label:
Materi support
Rabu, 19 Mei 2010
Sindrom Ketika Sabuk Mulai Berwarna

Beberapa sindrom ketika sabuk mulai berwarna (kurang lebih berlatih 2-3 tahun) adalah :
1. Mulai timbul rasa jenuh
2. Mulai timbul arogansi karena sudah dianggap senior
3. Mulai melupakan disiplin
4. Merasa diri paling hebat
5. Mulai kurang menghargai seniornya
6. Mulai jarang latihan di dojang dengan berbagai alasan
7. Dan masih banyak lagi…
Berbagai hal di atas adalah suatu hambatan untuk menyandang sabuk hitam yang professional. Ingat, ada banyak sekali jumlah sabuk putih, kuning, hijau, biru, dan merah, tetapi hanya sedikit yang mampu menyelesaikan sampai tingkat blackbelt. Ada ribuan taekwondoin yang menyandang blackbelt, tetapi hanya sedikit yang mampu menjadi seorang blackbelt yang professional dan bertanggungjawab.
Maka yang harus kita lakukan adalah menyingkirkan semua hambatan di atas, agar kita menjadi seorang taekwondoin yang professional dan bertanggungjawab. Serta mampu menjadi panutan bagi para yunior di bawah kita.
Padi yang berisi semakin merunduk, bukan sebaliknya…
Salam Taekwondoin
Minggu, 11 April 2010
Minggu, 04 April 2010
SAMURAI SPIRIT
SEMANGAT DALAM BEKASI OPEN 2010
Itu berlaku juga dalam kehidupan berorganisasi/ klub dan kehidupan pribadi kita, baik sebagai manusia maupun sebagai atlet. Yang disebut dengan menghargai jasa para pahlawan di antaranya adalah mengambil hikmah dari nilai perjuangan mereka dan menerapkannya dalam kehidupan.
Di antara para pahlawan itu adalah Bung Karno dan Pangeran Diponegoro. Kita mengenal kedua sosok itu dari sejarah.
Lihatlah perjuangan mereka. Kita tahu Bung Karno adalah Bapak Proklamator sekaligus Presiden I RI. Bung Karno memulai perjuangannya semasa NKRI berada di bawah penjajahan Belanda (VOC), dan terus/ tetap berjuang semasa pendudukan Jepang, hingga kemerdekaan.
Sebagai pahlawan, pejuang, kemerdekaan adalah tujuan akhir dari perjuangannya. Kemerdekaan adalah kemenangan yang diimpikan. Bung Karno, sempat merasakan nikmatnya hidup dalam suasana kemerdekaan. Bung Karno merasakan KEMENANGAN.
Kita sebagai atlet, even kejuaraan adalah bagian kecil dari perjuangan kita. Kita juga menginpikan kemenangan. Itu adalah tujuan. Seperti Bung Karno, merasakan indahnya kemenangan.
Namun, menikmati kemenangan bukanlah hal yang sulit, meskipun perjuangan untuk meraihnya bukan hal yang mudah. Yang sulit adalah, bagaimana kita menghadapi kekalahan. Kemenangan adalah tujuan kita, tetapi bukan hal yang tak mungkin kita tak dapat merasakan kemenangan itu.
Bagaimana sikap kita seandainya kita kalah?
Bersyukur, sejarah bangsa kita telah memberi banyak pelajaran dan hikmah. Kisah epik perjuangan para pahlawan kita menyajikan sebuah nilai berharga tentang PERJUANGAN.
Tak semua pahlawan kita sempat merasakan kemerdekaan seperti Bung Karno. Kisah perjuangan sejak negri ini dijajah Portugis, hingga Jepang, lebih dari 3,5 abad! Tak semua pahlawan sempat merasakan merdeka! Sebagian besar dari mereka gugur sebelum bangsa ini merdeka, jauh sebelum merdeka. Salah satunya, kita mengenal sosok Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Sultan Hasanuddin, dsb.
Jika kita kalah dalam sebuah even kejuaraan, kalahlah secara terhormat seperti cara mereka gugur. Seorang pahlawan sejati, pada hakikatnya ta pernah kalah. Hanya ada dua kemungkinan dalam setiap perjuangannya: Hidup mulia, atau gugur sebagai martir. Kegugurannya adalah sumbangsih bagi perjuangan pahlawan yang meneruskan perjuangannya. Kekalahan kita dalam sebuah kejuaraan adalah sumbangsih bagi perjuangan kita di kejuaraan berikutnya.
Keguguran pahlawan terdahulu memberikan hikmah dan pelajaran bagi pahlawan berikutnya, sehingga dapat berjuang lebih baik, hingga kemerdekaan. Kekalahan kita di suatu kejuaraan pun harus dapat memberikan hikmah dan pelajaran bagi perjuangan kita di kejuaraan berikutnya.
Tak perlu terlalu larut dalam kesedihan karena kekalahan. Pandang masa depan lebih baik. Jadikan sejarah perjuangan kita sebagai pelajaran.
Perjuangan Bung karno yang sempat merasakan kemenangan, maupun perjuangan Pangeran Diponegoro yang gugur jauh sebelum kemerdekaan memberi pelajaran berharga. Bahwa meskipun kemerdekaan adalah tujuan, namun nilai perjuangan itulah yang menjadi hakikat nilainya. Sehingga tiada sesal maupun iri sedikitpun di dalam benak P. Diponegoro meski ia tak merasakan kemerdekaan.
Semangat perjuangan itu harus kita tanamkan dalam jiwa kita, para atlet umunya; dan secara khusus, atlet KHASOES yang akan berjuang di kejuaraan Bekasi Open 2010.
Bekasi Open 2010 adalah kejuaraan bergengsi, berkelas, tingkat se-Jawa Barat dan undangan. Bekasi Open bukanlah kejuaraan sembarangan, kejuaraan yang menjadi salah satu tolak ukur pembinaan Taekwondo di Jawa Barat pada umumnya dan Bekasi pada khususnya. Kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh klub-klub se-Bekasi, tapi juga oleh atlet-atlet tingkat Pengcab2 se Jawa Barat dan ada undangan dari club andalan dari Jawa Tengah. Atlet Pengcab kota Bogor, misalnya, isinya adalah atlet terbaik dari kumpulan klub-klub yang ada di kota Bogor. Klub kita, Khasoes, sebuah klub yang terdaftar di Pengcab Bekasi, juga akan melawan sebuah Pengcab dari kota lain. KLUB VS PENGCAB! Artinya, Pertarungan klub Khasoes melawan Pengcab kota lain hampir mirip dengan Klub Bola MU melawan Atlet Timnas Indonesia!
Beratnya perjuangan kita kali ini bukan untuk menyurutkan semangat juang atlet Khasoes, justru sebaliknya, mengobarkan semangat kalian! Bangkitlah! Perjuangan kalian mungkin takkan seperti perjuangan Bung Karno atau A. Yani, melainkan akan seperti perjuangan Diponegoro, Hasanuddin, Nyak Dien, Umar, Bonol, Pattimura, Antasari. Perjuangan yang hingga titik darah penghabisannya adalah perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan. Namun meskipun sampai gugur, tak kunjung merasakan kemerdekaan, semangat juangnya tak pernah padam. TERUS BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN. HINGGA MENANG DALAM KEMULIAAN ATAU GUGUR SEBAGAI MARTIR!
Para pelatih tak menuntut kemenangan atas kalian. Tapi menuntut permainan yang indah dari kalian. Tunjukkan pada semua: semangat tempur kalian yang totalitas, membara. Tak ada rasa takut. Ingat, sekuat apapun lawan kalian, dari Pengcab/ klub manapun, hanya Tuhan yang layak kalian takuti. Tiada yang dapat menghentikan langkahmu kecuali habisnya waktu atau KO! Pantang menyerah!
Tanamkan dalam diri kalian, bahwa dengan niat yang lurus, kalian takkan terkalahkan. Hanya ada dua kemungkinan, menang dalam kemuliaan atau gugur sebagai martir, tiada kata kalah dalam pilihan. Jadilah seperti Diponegoro. Kalian bisa!
SELAMAT BERJUANG di Kejuaraan Bekasi Open 2010!
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”(Bung Karno)
Itu berlaku juga dalam kehidupan berorganisasi/ klub dan kehidupan pribadi kita, baik sebagai manusia maupun sebagai atlet. Yang disebut dengan menghargai jasa para pahlawan di antaranya adalah mengambil hikmah dari nilai perjuangan mereka dan menerapkannya dalam kehidupan.
Di antara para pahlawan itu adalah Bung Karno dan Pangeran Diponegoro. Kita mengenal kedua sosok itu dari sejarah.
Lihatlah perjuangan mereka. Kita tahu Bung Karno adalah Bapak Proklamator sekaligus Presiden I RI. Bung Karno memulai perjuangannya semasa NKRI berada di bawah penjajahan Belanda (VOC), dan terus/ tetap berjuang semasa pendudukan Jepang, hingga kemerdekaan.
Sebagai pahlawan, pejuang, kemerdekaan adalah tujuan akhir dari perjuangannya. Kemerdekaan adalah kemenangan yang diimpikan. Bung Karno, sempat merasakan nikmatnya hidup dalam suasana kemerdekaan. Bung Karno merasakan KEMENANGAN.
Kita sebagai atlet, even kejuaraan adalah bagian kecil dari perjuangan kita. Kita juga menginpikan kemenangan. Itu adalah tujuan. Seperti Bung Karno, merasakan indahnya kemenangan.
Namun, menikmati kemenangan bukanlah hal yang sulit, meskipun perjuangan untuk meraihnya bukan hal yang mudah. Yang sulit adalah, bagaimana kita menghadapi kekalahan. Kemenangan adalah tujuan kita, tetapi bukan hal yang tak mungkin kita tak dapat merasakan kemenangan itu.
Bagaimana sikap kita seandainya kita kalah?
Bersyukur, sejarah bangsa kita telah memberi banyak pelajaran dan hikmah. Kisah epik perjuangan para pahlawan kita menyajikan sebuah nilai berharga tentang PERJUANGAN.
Tak semua pahlawan kita sempat merasakan kemerdekaan seperti Bung Karno. Kisah perjuangan sejak negri ini dijajah Portugis, hingga Jepang, lebih dari 3,5 abad! Tak semua pahlawan sempat merasakan merdeka! Sebagian besar dari mereka gugur sebelum bangsa ini merdeka, jauh sebelum merdeka. Salah satunya, kita mengenal sosok Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Sultan Hasanuddin, dsb.
Jika kita kalah dalam sebuah even kejuaraan, kalahlah secara terhormat seperti cara mereka gugur. Seorang pahlawan sejati, pada hakikatnya ta pernah kalah. Hanya ada dua kemungkinan dalam setiap perjuangannya: Hidup mulia, atau gugur sebagai martir. Kegugurannya adalah sumbangsih bagi perjuangan pahlawan yang meneruskan perjuangannya. Kekalahan kita dalam sebuah kejuaraan adalah sumbangsih bagi perjuangan kita di kejuaraan berikutnya.
Keguguran pahlawan terdahulu memberikan hikmah dan pelajaran bagi pahlawan berikutnya, sehingga dapat berjuang lebih baik, hingga kemerdekaan. Kekalahan kita di suatu kejuaraan pun harus dapat memberikan hikmah dan pelajaran bagi perjuangan kita di kejuaraan berikutnya.
Tak perlu terlalu larut dalam kesedihan karena kekalahan. Pandang masa depan lebih baik. Jadikan sejarah perjuangan kita sebagai pelajaran.
Perjuangan Bung karno yang sempat merasakan kemenangan, maupun perjuangan Pangeran Diponegoro yang gugur jauh sebelum kemerdekaan memberi pelajaran berharga. Bahwa meskipun kemerdekaan adalah tujuan, namun nilai perjuangan itulah yang menjadi hakikat nilainya. Sehingga tiada sesal maupun iri sedikitpun di dalam benak P. Diponegoro meski ia tak merasakan kemerdekaan.
Semangat perjuangan itu harus kita tanamkan dalam jiwa kita, para atlet umunya; dan secara khusus, atlet KHASOES yang akan berjuang di kejuaraan Bekasi Open 2010.
Bekasi Open 2010 adalah kejuaraan bergengsi, berkelas, tingkat se-Jawa Barat dan undangan. Bekasi Open bukanlah kejuaraan sembarangan, kejuaraan yang menjadi salah satu tolak ukur pembinaan Taekwondo di Jawa Barat pada umumnya dan Bekasi pada khususnya. Kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh klub-klub se-Bekasi, tapi juga oleh atlet-atlet tingkat Pengcab2 se Jawa Barat dan ada undangan dari club andalan dari Jawa Tengah. Atlet Pengcab kota Bogor, misalnya, isinya adalah atlet terbaik dari kumpulan klub-klub yang ada di kota Bogor. Klub kita, Khasoes, sebuah klub yang terdaftar di Pengcab Bekasi, juga akan melawan sebuah Pengcab dari kota lain. KLUB VS PENGCAB! Artinya, Pertarungan klub Khasoes melawan Pengcab kota lain hampir mirip dengan Klub Bola MU melawan Atlet Timnas Indonesia!
Beratnya perjuangan kita kali ini bukan untuk menyurutkan semangat juang atlet Khasoes, justru sebaliknya, mengobarkan semangat kalian! Bangkitlah! Perjuangan kalian mungkin takkan seperti perjuangan Bung Karno atau A. Yani, melainkan akan seperti perjuangan Diponegoro, Hasanuddin, Nyak Dien, Umar, Bonol, Pattimura, Antasari. Perjuangan yang hingga titik darah penghabisannya adalah perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan. Namun meskipun sampai gugur, tak kunjung merasakan kemerdekaan, semangat juangnya tak pernah padam. TERUS BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN. HINGGA MENANG DALAM KEMULIAAN ATAU GUGUR SEBAGAI MARTIR!
Para pelatih tak menuntut kemenangan atas kalian. Tapi menuntut permainan yang indah dari kalian. Tunjukkan pada semua: semangat tempur kalian yang totalitas, membara. Tak ada rasa takut. Ingat, sekuat apapun lawan kalian, dari Pengcab/ klub manapun, hanya Tuhan yang layak kalian takuti. Tiada yang dapat menghentikan langkahmu kecuali habisnya waktu atau KO! Pantang menyerah!
Tanamkan dalam diri kalian, bahwa dengan niat yang lurus, kalian takkan terkalahkan. Hanya ada dua kemungkinan, menang dalam kemuliaan atau gugur sebagai martir, tiada kata kalah dalam pilihan. Jadilah seperti Diponegoro. Kalian bisa!
SELAMAT BERJUANG di Kejuaraan Bekasi Open 2010!
Label:
SAMURAI SPIRIT
Langganan:
Postingan (Atom)

