Sabtu, 31 Juli 2010

KEJURNAS TAEKWON DO 2010


22 Daerah Ramaikan Kejurnas Taekwondo
Label: atlet, kejuaraan, taekwondo



Sebanyak 22 Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) menyatakan siap menurunkan atletnya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo di GOR Ken Arok, Malang, 1-7 Agustus 2010. "Ada 33 Pengprov TI di Tanah Air, namun yang kini sudah memastikan diri dan menyatakan mengirim atletnya di Kejurnas baru 22 daerah. Untuk itu, PB TI masih menunggu Pengprov yang lain hingga akhir Juli mendatang sebagai pendaftaran terakhir atletnya turun di Kejurnas," ujar Sekjen PBTI Wahyu Hagono di Jakarta, Rabu (21/7).

Wahyu menegaskan, Kejurnas taekwondo tahun ini sangat penting artinya bagi para atlet menuju event yang lebih tinggi. Karena ajang kejurnas ini dijadikan sebagai pemantauan atlet yang akan dipromosikan ke SEA Games XXVI/2011. Melalui ajang kejurnas, semua atlet bisa turun di dalamnya, baik yang kini berada di kategori junior maupun senior. Wahyu berharap, para atlet yang turun di kejurnas nanti tampil sportif dengan harapan mampu mengikuti jejak seniornya yang pernah masuk delapan besar Olimpiade, seperti halnya Juana Wangsa. Untuk melahirkan atlet sekelas Juana Wangsa membutuhkan kerja keras dan bakat dari atlet itu sendiri. (Ant/Wem Fauzi)

Dikutip dari: Taekwondo Indonesia: 22 Daerah Ramaikan Kejurnas Taekwondo http://hannythinkabout.blogspot.com/2010/07/22-daerah-ramaikan-kejurnas-taekwondo.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&u

Jumat, 28 Mei 2010

JANJI TAEKWONDO INDONESIA

Berikut ini adalah teks "Janji Taekwondo Indonesia" beserta pemenggalan ucapannya ;

JANJI TAEKWONDO INDONESIA

Kami//taekwondo Indonesia berjanji :

1.// Menjunjung tinggi nama bangsa//dan negara Republik Indonesia//yang berlandaskan Pancasila//dan Undang-Undang Dasar 1945.

2.//Mentaati asas-asas Taekwondo Indonesia.

3.//Menghormati pengurus//pelatih//senior//dan sesama taekwondoin//dalam mengembangkan Taekwondo Indonesia.

4.//Selalu berlaku jujur//dan bertanggung jawab//dalam menjaga nama baik Taekwondo Indonesia.

5.//Menjadi pembela kebenaran dan keadilan.


------%------

Rabu, 19 Mei 2010

Sindrom Ketika Sabuk Mulai Berwarna





Beberapa sindrom ketika sabuk mulai berwarna (kurang lebih berlatih 2-3 tahun) adalah :
1. Mulai timbul rasa jenuh

2. Mulai timbul arogansi karena sudah dianggap senior

3. Mulai melupakan disiplin

4. Merasa diri paling hebat

5. Mulai kurang menghargai seniornya

6. Mulai jarang latihan di dojang dengan berbagai alasan

7. Dan masih banyak lagi…


Berbagai hal di atas adalah suatu hambatan untuk menyandang sabuk hitam yang professional. Ingat, ada banyak sekali jumlah sabuk putih, kuning, hijau, biru, dan merah, tetapi hanya sedikit yang mampu menyelesaikan sampai tingkat blackbelt. Ada ribuan taekwondoin yang menyandang blackbelt, tetapi hanya sedikit yang mampu menjadi seorang blackbelt yang professional dan bertanggungjawab.

Maka yang harus kita lakukan adalah menyingkirkan semua hambatan di atas, agar kita menjadi seorang taekwondoin yang professional dan bertanggungjawab. Serta mampu menjadi panutan bagi para yunior di bawah kita.

Padi yang berisi semakin merunduk, bukan sebaliknya…




Salam Taekwondoin





Minggu, 11 April 2010

BEKASI OPEN 2010










Minggu, 04 April 2010

SAMURAI SPIRIT

SEMANGAT DALAM BEKASI OPEN 2010

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”
(Bung Karno)


Itu berlaku juga dalam kehidupan berorganisasi/ klub dan kehidupan pribadi kita, baik sebagai manusia maupun sebagai atlet. Yang disebut dengan menghargai jasa para pahlawan di antaranya adalah mengambil hikmah dari nilai perjuangan mereka dan menerapkannya dalam kehidupan.

Di antara para pahlawan itu adalah Bung Karno dan Pangeran Diponegoro. Kita mengenal kedua sosok itu dari sejarah.

Lihatlah perjuangan mereka. Kita tahu Bung Karno adalah Bapak Proklamator sekaligus Presiden I RI. Bung Karno memulai perjuangannya semasa NKRI berada di bawah penjajahan Belanda (VOC), dan terus/ tetap berjuang semasa pendudukan Jepang, hingga kemerdekaan.

Sebagai pahlawan, pejuang, kemerdekaan adalah tujuan akhir dari perjuangannya. Kemerdekaan adalah kemenangan yang diimpikan. Bung Karno, sempat merasakan nikmatnya hidup dalam suasana kemerdekaan. Bung Karno merasakan KEMENANGAN.

Kita sebagai atlet, even kejuaraan adalah bagian kecil dari perjuangan kita. Kita juga menginpikan kemenangan. Itu adalah tujuan. Seperti Bung Karno, merasakan indahnya kemenangan.

Namun, menikmati kemenangan bukanlah hal yang sulit, meskipun perjuangan untuk meraihnya bukan hal yang mudah. Yang sulit adalah, bagaimana kita menghadapi kekalahan. Kemenangan adalah tujuan kita, tetapi bukan hal yang tak mungkin kita tak dapat merasakan kemenangan itu.

Bagaimana sikap kita seandainya kita kalah?

Bersyukur, sejarah bangsa kita telah memberi banyak pelajaran dan hikmah. Kisah epik perjuangan para pahlawan kita menyajikan sebuah nilai berharga tentang PERJUANGAN.

Tak semua pahlawan kita sempat merasakan kemerdekaan seperti Bung Karno. Kisah perjuangan sejak negri ini dijajah Portugis, hingga Jepang, lebih dari 3,5 abad! Tak semua pahlawan sempat merasakan merdeka! Sebagian besar dari mereka gugur sebelum bangsa ini merdeka, jauh sebelum merdeka. Salah satunya, kita mengenal sosok Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Sultan Hasanuddin, dsb.

Jika kita kalah dalam sebuah even kejuaraan, kalahlah secara terhormat seperti cara mereka gugur. Seorang pahlawan sejati, pada hakikatnya ta pernah kalah. Hanya ada dua kemungkinan dalam setiap perjuangannya: Hidup mulia, atau gugur sebagai martir. Kegugurannya adalah sumbangsih bagi perjuangan pahlawan yang meneruskan perjuangannya. Kekalahan kita dalam sebuah kejuaraan adalah sumbangsih bagi perjuangan kita di kejuaraan berikutnya.

Keguguran pahlawan terdahulu memberikan hikmah dan pelajaran bagi pahlawan berikutnya, sehingga dapat berjuang lebih baik, hingga kemerdekaan. Kekalahan kita di suatu kejuaraan pun harus dapat memberikan hikmah dan pelajaran bagi perjuangan kita di kejuaraan berikutnya.

Tak perlu terlalu larut dalam kesedihan karena kekalahan. Pandang masa depan lebih baik. Jadikan sejarah perjuangan kita sebagai pelajaran.

Perjuangan Bung karno yang sempat merasakan kemenangan, maupun perjuangan Pangeran Diponegoro yang gugur jauh sebelum kemerdekaan memberi pelajaran berharga. Bahwa meskipun kemerdekaan adalah tujuan, namun nilai perjuangan itulah yang menjadi hakikat nilainya. Sehingga tiada sesal maupun iri sedikitpun di dalam benak P. Diponegoro meski ia tak merasakan kemerdekaan.

Semangat perjuangan itu harus kita tanamkan dalam jiwa kita, para atlet umunya; dan secara khusus, atlet KHASOES yang akan berjuang di kejuaraan Bekasi Open 2010.

Bekasi Open 2010 adalah kejuaraan bergengsi, berkelas, tingkat se-Jawa Barat dan undangan. Bekasi Open bukanlah kejuaraan sembarangan, kejuaraan yang menjadi salah satu tolak ukur pembinaan Taekwondo di Jawa Barat pada umumnya dan Bekasi pada khususnya. Kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh klub-klub se-Bekasi, tapi juga oleh atlet-atlet tingkat Pengcab2 se Jawa Barat dan ada undangan dari club andalan dari Jawa Tengah. Atlet Pengcab kota Bogor, misalnya, isinya adalah atlet terbaik dari kumpulan klub-klub yang ada di kota Bogor. Klub kita, Khasoes, sebuah klub yang terdaftar di Pengcab Bekasi, juga akan melawan sebuah Pengcab dari kota lain. KLUB VS PENGCAB! Artinya, Pertarungan klub Khasoes melawan Pengcab kota lain hampir mirip dengan Klub Bola MU melawan Atlet Timnas Indonesia!

Beratnya perjuangan kita kali ini bukan untuk menyurutkan semangat juang atlet Khasoes, justru sebaliknya, mengobarkan semangat kalian! Bangkitlah! Perjuangan kalian mungkin takkan seperti perjuangan Bung Karno atau A. Yani, melainkan akan seperti perjuangan Diponegoro, Hasanuddin, Nyak Dien, Umar, Bonol, Pattimura, Antasari. Perjuangan yang hingga titik darah penghabisannya adalah perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan. Namun meskipun sampai gugur, tak kunjung merasakan kemerdekaan, semangat juangnya tak pernah padam. TERUS BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN. HINGGA MENANG DALAM KEMULIAAN ATAU GUGUR SEBAGAI MARTIR!

Para pelatih tak menuntut kemenangan atas kalian. Tapi menuntut permainan yang indah dari kalian. Tunjukkan pada semua: semangat tempur kalian yang totalitas, membara. Tak ada rasa takut. Ingat, sekuat apapun lawan kalian, dari Pengcab/ klub manapun, hanya Tuhan yang layak kalian takuti. Tiada yang dapat menghentikan langkahmu kecuali habisnya waktu atau KO! Pantang menyerah!

Tanamkan dalam diri kalian, bahwa dengan niat yang lurus, kalian takkan terkalahkan. Hanya ada dua kemungkinan, menang dalam kemuliaan atau gugur sebagai martir, tiada kata kalah dalam pilihan. Jadilah seperti Diponegoro. Kalian bisa!

SELAMAT BERJUANG di Kejuaraan Bekasi Open 2010!

Jumat, 19 Februari 2010

MENGAPA BERHENTI MEROKOK




Rokok telah menjadi benda kecil yang paling banyak digemari. Merokok telah menjadi gaya hidup bagi banyak pria dan wanita, bahkan termasuk anak-anak dan kaum remaja. Kebiasaan merokok telah mengakibatkan banyak penyakit dari gangguan pernapasan hingga kanker. Meski menyadari bahaya merokok, orang-orang di seluruh dunia masih terus mengisap belasan milyar batang rokok setiap harinya.

Jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia. Jumlah perokok di negara-negara berkembang jauh lebih banyak dibanding jumlah perokok di negara maju. Angka yang sangat memprihatinkan mengingat akibat buruk dari merokok baru akan dirasakan dalam jangka panjang.

Kandungan Sebatang Rokok

Zat apa saja yang terdapat dalam sebatang rokok? Nikotin merupakan zat utama yang terdapat pada rokok. Namun, lebih dari 700 jenis bahan kimia tambahan kemungkinan digunakan oleh perusahaan rokok untuk menambah kenikmatan merokok. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik rokok besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya tersebut.

Perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka.

Selain itu, asap rokok mengandung 4.000 zat kimia, termasuk arsenik, aseton, butan, karbon monoksida, dan sianida. Asap rokok yang dihirup oleh perokok maupun perokok pasif akan menganduk 43 zat yang diketahui menyebabkan kanker. Itu sebabnya bagi perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka.

Bahaya Rokok

Apa saja akibat buruk dari gaya hidup yang merusak kesehatan ini? Apa saja penyakit yang disebabkan karena merokok? Berikut ini beberapa penyakit dan dampak negatif yang disebabkan karena merokok:

· Penyakit Jantung

Rokok juga merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung. Kematian seorang perokok akibat penyakit jantung lebih banyak dibanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi risiko penyakit jantung. Karena beberapa dari rokok-rokok yang menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih buruk untuk jantung daripada rokok yang tidak menggunakan filter.

Nikotin yang dikandung dalam sebatang rokok bisa membuat jantung Anda berdebar lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan tubuh Anda akan oksigen. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen. Itu sebabnya para perok

ok memiliki risiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi.

· Kanker Paru-Paru

Asap rokok dari tembakau mengandung banyak zat kimia penyebab kanker. Asap yang diisap mengandung berbagai zat kimia yang dapat merusak paru-paru. Zat ini dapat memicu terjadinya kanker khususnya pada paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling umum yang diakibatkan oleh merokok. Penyebaran kanker paru-paru dalam tubuh terjadi secara senyap hingga menjadi stadium yang lebih tinggi. Dalam banyak kasus, kanker paru-paru membunuh dengan cepat.

· Emfisema

Perokok berat yang sudah bertahun-tahun akan mengalami emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang secara bertahap akan membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya. Jika paru-paru kehilangan keelastikannya, maka akan sulit untuk mengeluarkan udara kotor. Tanda-tandanya adalah mulai mengalami kesulitan bernapas pada pagi dan malam hari. Lalu mudah terengah-engah. Tanda lainnya adalah sering mengalami flu berat, disertai dengan batuk yang berat, dan mungkin dengan bronkhitis kronis. Batuknya sering kali tidak berhenti dan menjadi kronis.

· Lebih Cepat Tua

Hasil penelitian terhadap para perokok menunjukkan bahwa wajah para perokok pria maupun wanita lebih cepat keriput dibandingkan mereka yang tidak merokok. Proses penuaan dini tersebut meningkat sesuai dengan kebiasaan dan jumlah batang rokok yang dihisap. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa para perokok berat memiliki keriput pada kulit hampir lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan proses penuaan dini sudah dimulai bagi para remaja yang merokok seperti kulit keriput, gigi menguning, dan nafas tak sedap.

· Kerusakan Tubuh

Dampak negatif merokok tidak hanya membahayakan paru-paru, jantung, dan saluran pernapasan. Kebiasaan merokok menurut penelitian bisa merusak jaringan tubuh lainnya. Belasan penyakit yang berkaitan dengan penggunaan tembakau bahkan mencakup pneumonia (radang paru-paru), penyakit gusi, leukemia, katarak, kanker ginjal, kanker serviks, dan sakit pada pankreas. Penyebabnya karena racun dari asap rokok menyebar ke mana-mana melalui aliran darah. Merokok dapat mengakibatkan penyakit di hampir setiap organ tubuh.


Mengapa Berhenti Merokok?

Apakah Anda menyadari bahaya merokok? Akibat merokok terhadap kesehatan tubuh benar-benar merugikan. Menurut statistik, di seluruh dunia, jumlah perokok yang meninggal karena penyakit akibat merokok berjumlah hampir tiga kali jumlah orang yang meninggal karena alkohol dan narkoba. Bahkan jumlah perokok yang meninggal karena penyakit tersebut berjumlah enam kali lipat dibandingkan karena kecelakaan mobil. Selain itu, usia perokok biasanya 13 hingga 14 tahun lebih pendek daripada orang yang tidak merokok.

Setelah membaca fakta-fakta ini, apakah Anda akan menjadi seperti perokok yang meskipun telah membaca begitu banyak fakta mengerikan sehubungan dengan merokok kemudian memutuskan untuk berhenti membaca artikel tersebut? Atau Anda berani mengatakan tidak kepada rokok?

Jumat, 05 Februari 2010

Samurai Spirit

Berguru Mental Juara: Obrolan Bersama Chris John

Juara bukanlah bawaan, melainkan sebuah proses panjang yang berisi pengorbanan dan kedisiplinan. Itulah salah satu yang bisa dipetik dari perjalanan seorang juara dunia tinju kelas bulu, Chris John. Di dalam acara internal klub sepakbola, Pro Duta FC di Yogyakarta (26/01) Chris, begitu dia biasa disapa menceritakan panjang lebar perjalanannya menjadi seorang super champion.
Chris John mengawali karir bertinju sejak usia sangat muda. Dia mengaku memperoleh bakat bertinju dari sang ayah yang juga merupakan seorang mantan petinju. Dari kecil Chris John kecil harus melewati hari-hari yang melelahkan sebagai seorang petinju cilik. “Awalnya memang dipaksa oleh Bapak saya, tapi lama-lama saya menikmati menjadi petinju,” ujarnya dengan senyum ramah jauh dari kesan sombong seorang juara dunia.
Mimpi Menjadi Juara
Pertandingan pertama Chris dilakoni saat usia baru menginjak 15 tahun dan dia mengaku selalu belajar dari pertandingan demi pertandingan yang dilaluinya. Untuk menjadi juara seorang atlit harus mengorbankan banyak hal mulai dari tenaga, uang dan pikiran. Pengorbanan ini dianggap sebagai sebuah proses yang memang harus dilalui agar seseorang bisa menjadi juara dunia. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika seseorang ingin menjadi atlet.
Yang pertama, seseorang harus mempunyai mimpi untuk meraih yang terbaik. Chris John sejak muda sudah menetapkan mimpinya untuk menjadi seorang juara dunia. Impian menjadi juara ini tidak hanya sebatas imajinasi, tapi kemudian mampu mempengaruhi perilaku sehari-harinya. Dia rela untuk berlatih dengan keras demi mengejar mimpi yang dia miliki tersebut. Pada waktu masih muda, Chris selalu berlatih dari jam 4 sampai jam 6 sore tanpa pernah putus. “Walaupun hujan deras, jam 4 sampai jam 6 harus selalu latihan,” Demikian ujarnya. Hal ini dia lakukan demi meraih mimpi yang dia inginkan tersebut.
Kedua, seorang calon juara dunia harus mampu mencintai olahraga yang dia geluti. Olahraga adalah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan dan kerja keras. Hanya orang-orang yang mencintai pekerjaannya yang akan mampu mendapatkan hasil yang terbaik. Chris John membuktikannya, meski awalnya dipaksa oleh ayahnya, namun pada akhirnya dia memahami bahwa dia juga mencintai olahraga tersebut. Kecintaan ditambah dengan keinginan untuk mewujudkan mimpi yang membuat dia menjadi sangat tekun berlatih.
Syarat berikutnya adalah menjadi seorang yang disiplin. Disiplin sangat diperlukan untuk mencapai apapun yang diinginkan, terlebih lagi dalam kasus seorang atlet. Kedisiplinan akan menentukan rajin atau tidak dalam berlatih. Menurut pengakuan Chris, kedisiplinannya memang ditanamkan sejak dia masik kanak-kanak, namun bukan berarti orang ang sdah remaja tidak mampu berdisiplin. Chris John memberi tips bahwa orang akan menjadi disiplin jika didorong oleh cita-cita dan keinginan yang kuat atas sesuatu. Kedisiplinannya lebih banyak dipengaruhi oleh cita-citanya untuk menjadi seorang juara dunia. Kedisiplinan juga dia terapkan tidak hanya pada saat menjelang pertandingan, tapi juga pada kehidupan sehari-hari. Chris John rela menyiapkan semua makanannya sendiri pada saat dia menjalani pemusatan latihan di Perth. Memasak sendiri merupakan salah satu cara agar makanan yang masuk tetap bisa di kontrol. “Pernah ada orang Indonesia yang membantu masak di Perth, tapi malah makanannya terlalu banyak lemak,” katanya santai.
Kerja keras adalah menjadi syarat berikut yang harus dijalani oleh seorang yang bercita-cita menjadi juara. Tanpa kerja keras, mimpi hanya akan tinggal menjadi imajinasi. Kerja keras terwujud dalam proses berlatih. Chris John mengaku selalu menambah porsi latihan sendiri yang tidak mengganggu program latihan dari pelatih. “Kalau latihan tambahan tapi besok malah kecapean dan tidak bisa berlatih kan justru merugikan.”
Ramuan syarat-syarat itu yang diyakini oleh Chris John menjadi ramuan yang sangat ampuh untuk mewujudkan mimpinya menjadi juara dunia.
Mental Toughness
Kekuatan mental juga menjadi bagian penting dalam proses menjadi juara dunia. Namun kekuatan mental ini menurutnya diperoleh seiring dengan jam terbang. Menurutnya, semakin banyak seseorang bertanding, maka akan semakin matang seseorang dalam menghadapi tekanan pertandingan. Dia mencontohkan bahwa di awal-awal karirnya, dia masih sering gugup ketika akan menjalani pertandingan, namun setelah sekan lama, dia menjadi mampu mengontrol rasa gugupnya tersebut. “Saya masih sering bolak-balik ke toilet sebelum bertanding, tapi saya lebih mampu mengontrolnya sekarang,” kata suami Megawati itu.
Fokus dan konsentrasi juga menjadi aspek penting untuk memenangkan pertandingan. Setiap orang tidak mungkin lepas dari masalah, tapi seorang Chris John mengaku mampu membedakan antara masalah dari luar ring dan masalah dari dalam ring. Di dalam hal ini, Chris John sebenarnya mampu menerapkan apa yang disebut dengan pemilihan fokus yang benar. Banyak atlet yang tidak mampu membedakan masalah dari luar pertandingan dan masalah dalam pertandingan sehingga sering permainan menjadi terganggu karena masalah dari luar tadi mempengaruhi penampilannya.
Masalah keluarga, teman, pacar adalah beberapa contoh masalah yang berasal dari luar pertandingan. Chris John mengaku pernah bertanding dalam kondisi tekanan masalah dari luar yang berat. “Waktu itu masih menghadapi tuntutan dari manajemen lama, pikiran saya berat karena terbayang akan menghadapi persoalan dengan kepolisian. Tapi saya ketika bertanding saya berhasil mengontrol fokus saya,” katanya.
Menjaga motivasi adalah hal penting lainnya. Motivasi Chris John yang ingin selalu menjadi juara diakui menjadi salah satu pendorong yang sangat kuat. Selain itu, dia berpesan kepada para atlet muda untuk tetap menjaga level motivasi agar tetap tinggi. “Mungkin kehadiran orang-orang yang dicintai bisa menjadi salah satu motivator untuk tampil yang terbaik.”
Menjaga motivasi ini juga ternyata yang membuat dia mampu mengatasi rasa takutnya. Motivasi untuk menunjukkan yang terbaik akan membuat seseorang tidak hanyut dalam rasa takut yang akhirnya memunculkan perasaan kalah sebelum bertanding. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa jangan terlalu berpikiran tentang rasa kecewa. Rasa kecewa hanya akan mengganggu pikiran kita. “Saya memilih untuk berlatih lebih keras agar tampil lebih maksimal daripada menyesali keputusan yang sudah tidak bisa diganggu-gugat,” Katanya ayah dua puteri ini.
Terakhir, Chris John berpesan kepada para atlet muda tentang makna uang dan prestasi. Menurut dia, ketika awal menjalani karir bertinju, dia sama sekali tidak berpikiran soal uang yang didapat, tapi dia selalu berpikiran untuk mencapai prestasi tertinggi. Menurut dia, prestasi akan membawa seseorang mendapat penghargaan yang tinggi, termasuk dalam hal uang. “Jika belum-belum yang dipikirkan adalah uang, maka ketika uang itu belum muncul maka seseorang tidak akan bisa bekerja keras,” katanya.
Chris John membuktikan bahwa denganketangguhan mental dan kesungguhan serta keinginan untuk selalu belajar dia bisa mencapai prestasi yang tertinggi. Sekali lagi, menjadi juara bukanlah faktor kebetulan dan bukan juga faktor bawaan, tapi merupakan sebuah proses panjang yang menyakitkan. Bagi atlet yang mampu menekan rasa sakit dan tetap teguh dengan cita-citanya maka dia akan mendapatkan hasil yang terbaik. Untuk para atlet muda, kira penting untuk kembali memikirkan apa yang mereka sudah lakukan. Jika memang ingin mendapatkan prestasi tertinggi, maka saran-saran dari Super Champion itu patut untuk dilakukan.